Pengertian Komunikasi

Komunikasi Praktis

Fungsi Komunikasi

Fungsi komunikasi tersirat dalam pengertian komunikasi secara bahasa dan istilah di atas.

Secara fungsional, komunikasi dilakukan demi ragam kepentingan atau tujuan, utamanya untuk:

1. Menyampaikan informasi (to inform).
2. Mendidik (to educate)
3. Mengibur (to entertaint)
4. Mempengaruhi (to influence).

Keempat fungsi itu pula yang diadopsi menjadi fungsi pers atau media massa sebagai sarana komunikasi massa, dengan menambahkan satu fungsi social control (pengawasan sosial).

Menurut William I. Gorden, fungsi komunikasi yang dibagi menjadi empat:

1. Fungsi Komunikasi Sosial.
2. Fungsi komunikasi Ekspresif.
3. Fungsi Komunikasi Ritual.
4. Fungsi Komunikasi Instrumental.

Berikut ini fungsi komunikasi menurut para ahli lainnya.

Thomas M. Scheidel mengatakan, manusia itu pada umumnya berkomunikasi untuk saling menyatakan dan mendukung identitas diri mereka dan untuk membangu interaksi sosial dengan orang-orang disekelilingnya serta untuk memengaruhi orang lain agar berpikir, merasa, ataupun bertingkah seperti apa yang diharapkan.

Rudolf F. Verderber mengemukakan, komunikasi memiliki fungsi sosial dan fungsi pengambilan keputusan.

Fungsi sosial bertujuan untuk kesenangan, menunjukkan ikatan, membangun dan memelihara hubungan dengan orang lain.

Fungsi pengambilan keputusan ialah memutuskan untuk melakukan atau tidak melakukan terhadap sesuatu pada saat tertentu.

Gordon I. Zimmerman menjelaskan, komunikasi berguna dalam menyelesaikan setiap tugas penting bagi kebutuhan kita, juga untuk memberi sandang pangan kepada diri sendiri dan memuaskan kepenasaran kita kepada lingkungan, serta untuk menikmati hidup.

Selain itu, hal terpenting dari komunikasi ialah untuk menciptakan dan memupuk hubungan dengan orang lain di sekitar kita.

Berikut ini fungsi komunikasi selengkapnya:

  1. Untuk menyampaikan informasi
  2. Sebagai penyampai pendapat agar dapat diterima oleh masyarakat luas atau yang berkaitan.
  3. Sebagai bentuk interaksi dengan orang lain.
  4. Untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan akan sesuatu hal. Jadi, melalui komunkasi nantinya akan terjadi transfer ilmu antara pihak satu dengan pihak lainnya.
  5. Pengisi waktu luang. Misalnya, dengan berbicara via telepon, chatting, sosial media, video call dan sebagainya.
  6. Sebagai cara untuk membujuk dan mempengaruhi orang lain. Biasanya komunikasi semacam ini banyak mengandung unsur-unsur persuasif.
  7. Untuk dapat mengenal diri sendiri.
  8. Guna mengurangi ketegangan atau mencairkan suasana. Misalnya, ketika ada pertikaian atau perselisihan pendapat dalam rapat tertentu.
  9. Sebagai hiburan. Misalnya, ketika Anda sedang jenuh kemudian menghubungi teman jauh untuk sekadar mengobrol santai.
  10. Untuk selalu menjalin hubungan yang baik dengan orang lain.
  11. Sebagai benteng diri agar tidak terisolasi dalam lingkungan masyarakat.
  12. Untuk mempelajari situasi yang terjadi.
  13. Mengubah sikap maupun perilaku.
  14. Mengawasi serta melakukan pengendalian atas suatu kegiatan.
  15. Sebagai motivasi untuk orang lain.
  16. Guna mengambil suatu keputusan yang tepat.
  17. Untuk melakukan kegiatan tertentu.
  18. Sebagai bentuk ekspresi.
  19. Menghindari adanya kesalahpahaman.
  20. Untuk tetap menjaga jalinan hubungan yang baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Discover more from Komunikasi Praktis

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading