Nilai Berita
Peristiwa atau kejadian yang dilaporkan di media massa memenuhi minimal satu nilai berita (news value) berikut ini:

Ada 10 nilai berita (news values) yang menjadi parameter apakah sebuah peristiwa layak diberitakan atau tidak.
1. Magnitude, pengaruh
Nilai berita magnitude artinya seberapa luas pengaruh suatu peristiwa bagi publik atau masyarakat luas.
Contoh: kenaikan harga BBM. Luasnya pengaruh suatu berita bagi masyarakat menentukan apakah berita bernilai atau tidak.
2. Significance, penting
Nilai berita significance artinya menyangkut kepentingan (importance) orang banyak. Seberapa penting arti suatu peristiwa bagi publik atau apakah peristiwa itu penting diketahui masyarakat.
Contoh: wabah penyakit, kenaikan harga sembako.
3. Timeliness, aktualitas
Nilai berita timeliness disebut juga actuality, immediacy, dan newnews yang artinya kebaruan, yakni baru saja terjadi.
Contohnya, peristiwa akan dan sedang berlangsung, sudah terjadi semenit, sejam, atau maksimal sehari yang lalu.
Kebaruan adalah sesuatu yang terbaru. Presiden yang baru dilantik, wali kota yng baru diangkat, artis yang baru melahirkan, pejabat yang baru masuk penjara, semua itu merupakan peristiwa bernilai berita.
Semakin aktual sebuah berita, semakin tinggi pula nilai berita tersebut. Terdapat tiga kategori aktual:
- Aktual kalender – contoh peringatan hari besar nasional.
- Aktual waktu – contoh quick count hasil pemilihan.
- Aktual masalah — contoh kasus pembunuhan yang belum terungkap.
4. Proximity, kedekatan
Nilai berita kedekatan yaitu kedekatan peristiwa terhadap khalayak secara geografis, psikologis, dan ideologis.
- Geografis – lokasi kejadian.
- Psikologis – keterikatan budaya (kultural), pikiran, perasaan, kesukaan, atau kejiwaan seseorang dengan suatu objek peristiwa atau berita.
- Ideologis – kedekatan keyakinan, sama-sama muslim misalnya.
5. Prominence, ketokohan
Ketokohan atau ketenaran akan membuat seseorang menjadi sumber berita. Ada istilah “news maker” atau “man makes news”. Apa pun yang dilakukannya atau diucapkannya bisa menjadi berita.
Peristiwa yang melibatkan public figure, artis, selebritas, pejabat, atau idola masyarakat selalu menarik. Semakin terkenal sesorang, maka beritanya akan semakin bernilai.
Bisa saja yang dilakukan mereka biasa saja, tak ada yang istimewa. Namun, karena tokoh, maka apa pun yang mereka lakukan atau ucapkan dinilai menarik bagi pembaca. Orang yang sering menjadi sumber berita disebut media darling.
6. Impact, dampak
Semakna dengan nilai berita nomor 1 dan 2. Seberapa besar dampak suatu kejadian; seberapa banyak orang yang terkena dampak, seberapa luas, seberapa lama pula dampak tersebut dirasakan.
Semakin besar dampak dari suatu peristiwa, maka akan semakin tinggi pula nilai beritanya, misalnya banjir, terorisme, atau kejadian berdampak luas lainnya.
7. Conflict, konflik
Peristiwa ketegangan, perang, kericuhan, selalu menarik, termasuk konflik antara artis atau politisi dan konflik antarnegara.
8. Human Interest
Peristiwa yang menyentuh perasaan kemanusiaan (human touch), misalnya perbudakan dan penganiayaan, perjuangan bangsa yang masih dijajah (Palestina), atau peritsiwa apa pun yang dapat menimbulkan efek emosi dan menimbilkan simpati.
9. Unusualness, keanehan
Disebut juga oddity, uniqueness. Keluarbiasaan, keunikan, ketidaklaziman, ketidakumumam.
Hal yang unik, tidak lazim, aneh, tidak biasa. Manusia cenderung ingin tahu tentang segala hal yang unik dan aneh. Hal-hal yang belum pernah atau tak bias ditemui dalam kehidupan sehari-hari dan menarik perhatian.
Anjing menggigit orang itu biasa, tapi orang menggigit anjing itu luar biasa alias aneh. Seorang wanita melahirkan bayi kembar lima juga unik.
10. Sex, seks
Ada ungkapan, semua tulisan/berita membosankan, kecuali tentang seks. Peristiwa seksual selalu menarik karena menyangkut salah satu kebutuhan dasar dan fitrah manusia.
Contohnya perkosaan, perselingkuhan, prostitusi, pelecehan, dan tindakan asusila lainnya.
Unsur Berita
Unsur atau komponen berita dikenal dengan istilah 5W1H. Sebuah berita dinyatakan lengkap jika memenuhi unsur-unsur berikut ini.
1. What (Apa)
Nama atau identitas dari suatu kejadian atau peristiwa yang baru atau sedang terjadi. Apakah menyangkut hidup seseorang atau kejadian tanah longsor? banjir? kerusuhan? apa yang diberitakan.
2. Who (Siapa)
Siapa saja yang terlibat dalam suatu kejadian atau peristiwa? atau siapa tokoh utama yang menjadi sorotan berita?
3. Where (Di mana)
Unsur ini menyatakan lokasi atau daerah tempat terjadinya peristiwa. Di mana kejadian itu di mana? dalam kriminal istilahnya biasa disebut dengan TKP atau tempat kejadian perkara.
4. When (Kapan)
Unsur yang merupakan waktu dari suatu kejadian atau peristiwa yang dilaporkan. Bisa mencakup tanggal, hari, jam, menit, atau umum, seperti pagi, siang, dan sore.
5. Why (Mengapa)
Alasan mengapa peristiwa atau kejadian yang dilaporkan dapat terjadi. Unsur ini juga mencakup untuk mengetahui secara detail penyebab dari suatu peristiwa yang telah terjadi.
6. How (Bagaimana)
Bagaimana keadaan atau proses terjadinya suatu kejadian atau peristiwa, termasuk akibat yang ditimbulkan atau justru yang diharapkan dari peristiwa tersebut jika peristiwa adalah acara yang sengaja dibuat (konser amal, pentas seni, dan sebagainya).
Struktur Berita
Sebuah berita, terutama berita teks (tulisan/naskah berita), dibangun dengan tiga bagian:
1. Judul Berita (Head)
Disebut juga kepala berita, judul berita adalah bagian paling atas naskah berita yang meringkas isi berita.
Biasanya, judul berita berupa kalimat, minilam subjek dan predikat, dan diawali dengan salah satu unsur berita –biasanya Who atau What.
2. Teras Berita (Lead)
Merupakan bagian yang dianggap paling penting dari berita. Pada bagian kepada berita harus berisi unsur-unsur utama berita berdasarkan 5W1H yang mencakup apa, siapa, di mana atau kapan.
3. Badan Berita
Badan berita biasanya berisi ‘bagaimana’ atau ‘mengapa’. Deskripsi, narasi, atau penjelasan detail dari bagaimana dan mengapa peristiwa dan kejadian.
4. Bagian Ekor
Bagian ini biasanya tidak memiliki kaitan secara langsung terhadap berita. Bisa berisi konteks tambahan seperti sejarah sebelum kejadian yang dilaporkan terjadi, dan sebagainya.
Jenis-Jenis Berita
Jenis-jenis berita yang dikenal dalam dunia jurnalistik antara lain sebagai berikut:
1. Straight News (berita langsung)
Straight News merupakan jenis berita apa adanya, ditulis secara singkat, langsung, dan lugas. Sebagian besar halaman depan surat kabar atau yang menjadi berita utama (headline) biasanya adalah berita jenis ini.
2. Depth News (berita mendalam)
Depth News merupakan jenis berita yang dikembangkan dengan pendalaman mengenai hal-hal yang ada di bawah suatu permukaan (dikupas secara mendalam).
3. Investigation News (berita investigasi)
Investigation News merupakan jenis berita yang dikembangkan berdasarkan penyelidikan dan penelitian dari berbagai sumber yang dapat menjadi sumber berita.
4. Interpretative News (berita interpretatif)
Interpretative News adalah berita yang dikembangkan melalui pendapat atau penilaian dari wartawan yang melaporkan, namun tetap berdasarkan fakta yang ditemukan.
5. Opinion News (berita opini)
Opinion News adalah jenis berita mengenai pendapat seseorang, biasanya pendapat para ahli, pejabat, cendekiawan mengenai suatu hal, peristiwa, kondisi keilmuan, dan sebagainya.
Demikian pengertian berita dalam jurnalistik lengkap dengan unsur berita, nilai berita, struktur berita, dan jenis-jenisnya.
Sumber: Jurnalistik Terapan karya Asep Syamsul M. Romli, Batic Press, Bandung, 2001.





