Tips MC: 3 Kalimat yang Wajib Dihindari Saat Memandu Acara

Komunikasi Praktis

teknik mcSetidaknya ada tiga frasa, kalimat, atau ungkapan yang menjadi pantangan umum bagi MC saat memandu acara. Ketiga kalimat yang wajib dihindari saat ngemsi itu adalah

  1. Waktu dan tempat disilakan
  2. Menginjak acara selanjutnya
  3. Mempersingkat waktu

Ketiga kalimat itu karus dihindari karena dianggap tidak efektif atau salah secara logika (kalimat tidak logis) dan sebaiknya diganti dengan frasa yang lebih lugas seperti “kepada [Nama] kami persilakan,” “acara berikutnya adalah,” atau “langsung saja kita menuju agenda…” untuk menjaga profesionalisme.

Berikut adalah penjelasan lebih lanjut:

  1. “Waktu dan tempat disilakan”: Pantang karena yang dipersilakan adalah orangnya, bukan waktu dan tempat. Ganti dengan: “Kepada Bapak [Nama], kami persilakan untuk memberikan sambutan.” atau “Waktu dan tempat saya persilakan kepada Bapak/Ibu [Nama].”.
  2. “Menginjak acara selanjutnya”: Frasa ini dianggap kurang sopan atau tidak tepat secara makna. Ganti dengan: “Acara berikutnya adalah…” atau “Kini saatnya kita memasuki acara selanjutnya, yaitu…”.
  3. “Mempersingkat waktu”: Waktu tidak bisa dipersingkat, dan ungkapan ini seringkali tidak perlu. Ganti dengan: “Langsung saja kita beralih ke acara berikutnya…” atau “Untuk menghemat waktu, mari kita langsung saja…”.
Buku Panduan MC Kiat Memandu Acara
Buku Panduan MC Kiat Memandu Acara

Berikut adalah tiga ungkapan atau kalimat lainnya yang menjadi pantangan bagi seorang pembawa acara (MC) karena dapat merusak suasana atau menurunkan kredibilitas:

“Mohon maaf karena acara agak terlambat/molor…”

Mengumumkan keterlambatan secara eksplisit hanya akan menekankan ketidakprofesionalan panitia. Sebaiknya, MC langsung membuka acara dengan penuh energi tanpa memancing fokus audiens pada durasi yang terbuang.

“Berhubung waktu yang semakin mepet/singkat…”

Ungkapan ini memberikan kesan terburu-buru dan membuat pengisi acara atau audiens merasa tidak nyaman. Gunakan transisi yang lebih halus seperti “Selanjutnya, mari kita simak…” untuk menjaga alur tetap tenang namun tetap sesuai jadwal.

“Saya sebenarnya kurang persiapan/baru ditunjuk mendadak…”

Kalimat ini merupakan bentuk rendah diri yang salah tempat (false modesty). Mengatakan ini akan menurunkan kepercayaan audiens terhadap kualitas informasi yang akan Anda sampaikan.

Tetaplah tampil percaya diri meskipun Anda merasa kurang siap!

Discover more from Komunikasi Praktis

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading