Jenis-Jenis Digital Marketing
Berikut ini jenis-jenis sekaligus contoh digital marketing. Menurut Menurut Design Pickle, Email Marketing, dan Search Engine Marketing, dan Social Media Marketing merupakan cara yang bagus untuk memulai Digital Marketing.
1. Email Marketing
Sesuai namanya, email marketing adalah pemasaran, penawaran, atau promosi produk/jasa melalui email dengan cara mengirimkan email kepada customer potensial.
Contohnya, mengirimkan email kepada teman-teman atau kerabat berisi deskripsi produk/jasa. Anda harus memiliki koleksi email untuk melakukan pemasaran email.
Pemasaran email adalah tindakan mengirim pesan komersial, biasanya kepada sekelompok orang, menggunakan email. Dalam arti luas, setiap email yang dikirim ke calon pelanggan atau pelanggan saat ini dapat dianggap sebagai pemasaran email. Ini melibatkan penggunaan email untuk mengirim iklan, meminta bisnis, atau meminta penjualan atau donasi. (Wikipedia)
2. Search Engine Marketing (SEM)
Search Engine Marketing atau pemasaran mesin pencari adalah pemasaran berupa promosi dengan memasang iklan di mesin pencari seperti Google, Bing, dan Yahoo.
Jadi, SEM adalah praktik pemasaran bisnis menggunakan iklan berbayar yang muncul di halaman hasil mesin pencari (atau SERP).
Pemasaran mesin telusur ini bertujuan meningkatkan visibilitas website sehingga mendatangkan banyak pengunjung (trafik).
Search engine marketing juga dikenal sebagai pencarian berbayar (Paid Search), klik berbayar (Pay per Click), atau iklan pencarian berbayar (Paid search adversiting).
Di halaman hasil pencarian Google sering ada tanda “Ads” (Iklan) dalam sebuah link (biasanya ada di posisi teratas). Hal ini menandakan link atau website tersebut menggunakan Paid Search Google Adwords.
Dalam SEM, pengiklan menawar kata kunci yang mungkin dimasukkan oleh pengguna layanan seperti Google dan Bing saat mencari produk atau layanan tertentu, yang memberi pengiklan peluang agar iklan mereka muncul di samping hasil untuk kueri penelusuran tersebut.
Menurut Wordstream, SEM adalah salah satu cara paling efektif untuk mengembangkan bisnis Anda di pasar yang semakin kompetitif. Dengan jutaan bisnis di luar sana semua berlomba-lomba untuk mendapatkan bola mata yang sama, tidak pernah lebih penting untuk beriklan secara online, dan pemasaran mesin pencari adalah cara paling efektif untuk mempromosikan produk Anda dan mengembangkan bisnis Anda.
3. Social Media Marketing (SMM)
Social Media Marketing adalah pemasaran atau promosi melalui media sosial, yaitu dengan memasang iklan di Facebook, Twitter, Instagram, dan media sosial lainnya.
Definisi lainnya, pemasaran media sosial adalah penggunaan platform media sosial dan situs web untuk mempromosikan produk atau layanan.
Facebook Business adalah pusat penerapan iklan di Facebook, Instagram, dan situs pihak ketiga yang bermitra dengan Facebook untuk menampilkan iklan yang relevan kepada pengunjung situs.
Membagikan postingan web bisnis ke media sosial juga bagian dari strategi pemasaran media sosial.
4. Content Marketing
Content Marketing adalah jenis digital marketing yang berfokus pada pembuatan dan pendistribusian konten untuk target pasar atau pengunjung website.
Konten yang dibuat dan dipublikasikan berupa teks (tulisan/artikel), gambar (foto), suara (audio/podcast), dan video. Video merupakan konten internet terpopuler sehingga melahirkan konsep pemasaran baru yang disebut pemasaran video (video marketing).
Contoh content marketing antara lain postingan blog, video, podcast, dan e-Book.
Web bisnis Anda tidak hanya berisi produk atau jenis jasa, tapi juga berisi artikel atau tulisan menarik yang sekiranya mendatangkan banyak pengunjung.
Contohnya, situs Acer Indonesia tidak hanya berisi produk laptop, tapi juga ada menu article, seperti tips Cara Merawat Baterai Laptop.
Content Marketing juga bisa dilakukan dengan cara content placement atau penempatan konten. Disebut juga sponsored post dan paid post, content placement yaitu memasang atau publikasi tulisan (advertorial/product review) di website lain untuk promosi produk/jasa, membangun kesadaran merk (brand awarenes), termasuk mendapatkan backlink berkualitas.
Karena sangat penting dalam digital marketing, pemasaran konten dibahas khusus di bagian akhir tulisan ini.
5. Search Engine Optimization (SEO)
Jenis digital marketing yang satu ini terkait website dan content marketing.
SEO atau Search Engine Optimization adalah proses pengoptimalan website dan kontennya agar mudah dirambah, diindeks, dan mendapatkan peringkat tinggi di halaman hasil pencarian.
Tujuan SEO adalah agar website populer dan banyak pengunjung.
SEO terdiri dari SEO On-Page dan SEO Off-Page.
- SEO On-Page yang lebih dominan terhadap optimalisasi di dalam halaman website itu sendiri, terkait desain dan konten web.
- SEO Off Page adalah optimasi yang dilakukan di luar website, seperti SEM, SMM, dan backlinking.
6. Affiliate Marketing
Affiliate marketing adalah sistem bisnis dengan membayar jasa seseorang ketika orang tersebut berhasil menjual produk atau jasa seorang merchant atau perusahaan yang mempunyai produk atau jasa yang dipasarkan melalui Internet dan membutuhkan orang lain untuk menjual produk/jasanya.
Affiliate marketing adalah kerja sama dengan afiliasi atau rekanan untuk mempromosikan produk dan jasa pada konsumen.
7. Video Marketing
Video merupakan konten populer di kalangan pengguna internet. Popularitas Youtube menunjukkan konten video sangat digemari. Youtube bahkan menjadi mesin pencari kedua setelah Google Search.
Buatlah channel di Youtube dan buat serta bagikan video menarik dan bermanfaat. Anda bisa menyisipkan iklan Anda di video tersebut.
Menurut Hubspot, bisnia atau merek saat ini membutuhkan strategi pemasaran video. Ide ini bukanlah hal baru. Yang berubah adalah betapa pentingnya video di setiap platform dan saluran.
Video tidak lagi hanya satu bagian dari keseluruhan rencana pemasaran Anda. Ini penting untuk upaya penjangkauan dan kampanye Anda … terutama strategi sosial Anda.
Video benar-benar mendominasi sosial. Penelitian HubSpot menunjukkan, empat dari enam saluran teratas tempat konsumen global menonton video adalah saluran sosial.
Jika Anda tidak membuat video, kemungkinan besar Anda akan ketinggalan. Tapi jangan khawatir. Untuk sebagian besar video, semakin sederhana dan mentahnya, semakin otentik kontennya … dan itulah yang benar-benar penting bagi pemirsa Anda.
Menurut Lemonlight, bisnis atau sebuah brand saat ini tidak bisa lagi hanya menggunakan konten dan gambar tertulis — saat ini, itu tidak menarik bagi konsumen yang dibanjiri dengan streaming langsung, video 360 interaktif, augmented reality, dan banyak lagi.
Di Amerika Serikat, pemasaran video digital adalah industri senilai $135 miliar. Itu berarti brand di mana pun menyadari nilai video dan berinvestasi dalam pembuatan dan distribusinya.
Bisnis Anda sekarang akan tertinggal jika tidak merilis konten video secara teratur.
Jenis video marketing:
- video demo
- video event
- video petunjuk/edukasi
- video branding
- studi kasus dan testimoni
- video podcast (vodcast)
Video juga memerlukan SEO. Memperkuat keywords dalam judul dan deskripsi video pun dapat memperbesar kemungkinan video untuk muncul di search engine.
Video dengan durasi yang pendek kini trending. Durasi dalam video punya pengaruh besar dalam menentukan views. Menurut The Associated Press, rentang perhatian penonton video hanya berkisar 8 detik. Sementara, rata-rata penonton akan memberikan waktunya untuk menonton video secara online untuk maksimal 2,7 menit.
Tips membangun strategi pemasaran Video:
- Mulailah dengan tujuan video Anda.
- Temukan audiens target Anda.
- Cari tahu cerita apa yang ingin Anda ceritakan.
- Jaga agar persyaratan kreatif tetap sesuai.
- Pertahankan anggaran yang realistis.
8. Podcast Marketing
Seperti namanya, podcast marketing adalah pemasaran menggunakan podcast.
Podcast adalah kumpulan atau serangkaian file audio digital (format MP3) yang tersedia untuk diunduh atau didengarkan melalui Internet. Setiap rekaman audio individu dikenal sebagai episode podcast.
Podcast bisa dibuat di website atau aplikasi Anchor dan dapat didengarkan melalui platform podcast seperti Spotify dan Google Podcast.
Banyak juga podcast yang divideokan atau video podcast yang dipublikasikan di YouTube.
Podcast berisi “suara manusia” (human voice) yang berbicara membahas satu topik, baik secara monolog, wawancara (interview), ataupun berupa obrolan (conversation). Podcast mirip siaran radio atau televisi, khususnya talkshow.
Podcast merupakan salah satu alat efektif untuk pemasaran karena membantu brand atau bisnis dalam menjangkau audiens yang ditargetkan khusus.
Menurut penelitian, podcast membantu audiens yang hipertarget dan memberikan pengembalian investasi yang baik. Podcast juga menciptakan nilai bagi pendengar karena sering kali informatif dan mendidik.
Podcasting memungkinkan sebuah bisnis untuk berkomunikasi dengan audiens khusus. Dengan gaya hidup saat bepergian, kekuatan untuk membuat podcasting sesuai permintaan memungkinkan perusahaan dan merek menceritakan kisah mereka di mana saja kapan saja, yang membantu membangun otoritas di industri Anda dan menciptakan merek pendukung di sepanjang jalan.
Jika podcasting terus menjadi tren naik seperti yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, kemungkinan akan menjadi bagian yang lebih menonjol dari strategi pemasaran apa pun. Ini adalah penawaran unik yang dapat membantu merek Anda menjangkau audiens target Anda, apakah itu klien Anda atau karyawan Anda sendiri.
Halaman berikutnya: Skill Digital Marketing





