Jurnalistik Itu Ilmu Terapan

Komunikasi Praktis
Jurnalistik Terapan

Jurnalistik itu ilmu terapan (aplied science). Bisa dikuasai siapa saja dan siapa saja perlu ilmu jurnalistik.

Apa pun profesi Anda –PNS, TNI, Polri, Wiraswasta, Pengusaha, Makelar– perlu menguasai ilmu jurnalistik.

Kalaupun ilmu itu tidak dipraktikkan (dengan menulis), minimal Anda akan memahami dunia media massa, dunia informasi, dunia wartawan, dunia pemberitaan.

Dengan menguasai ilmu jurnalistik, Anda bisa kritis ketika menerima informasi, membaca koran, mendengarkan berita radio, atau menonton berita televisi.

Lagi pula, saat ini semua instansi atau lembaga harus memiliki media komunikasi, yaitu media internal, inhouse magazine, atau minimal “papan pengumuman” (majalah dinding). Semua itu memerlukan ilmu dan keterampilan jurnalistik.

Mengapa media internal perusahaan sering “jelek” dan “tidak menarik”? Utamanya karena pengelolanya, wartawannya, minim ilmu dan keterampilan jurnalistik!

Sekali lagi, apa pun profesi Anda, ilmu jurnalistik bisa diamalkan –yaitu dengan menulis di media massa, menulis di media internal perusahaan/instansi tempat bekerja, minimal bisa kritis menerima informasi.

Jurnalistik adalah ilmu dan keterampilan mencari, menulis, dan menyebarluaskan informasi melalui media massa. Produk atau karya jurnalistik secara garis besar ada tiga, yakni berita (news), artikel opini (views), dan feature.

Berita adalah laporan peristiwa aktual. Opini adalah tulisna berisi pendapat atau pemikiran penulis tentang sebuah peristiwa atau masalah. Feature adalah berita dan/atau opini yang ditulis dengan gaya sastra –gaya penulisan cerpen atau novel.

Jurnalistik Itu Ilmu Terapan

Kita simak Jurnalistik Itu Ilmu Terapan versi AI Overview Google berikut ini.

Jurnalistik dianggap sebagai ilmu terapan karena jurnalistik tidak hanya mempelajari teori tentang bagaimana informasi disebarkan, tetapi juga melibatkan praktik langsung dalam mencari, mengumpulkan, mengolah, dan menyebarkan berita melalui berbagai media massa

Jurnalistik sebagai ilmu terapan memanfaatkan berbagai keterampilan dan teknik untuk menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas dan informatif. 

Penjelasan:
  • Ilmu Terapan:

    Jurnalistik dikategorikan sebagai ilmu terapan karena fokusnya pada penerapan prinsip-prinsip komunikasi dan teori jurnalisme dalam praktik nyata. 

  • Penerapan Teori:

    Jurnalistik tidak hanya berhenti pada pemahaman teori, tetapi juga melibatkan penerapan prinsip-prinsip tersebut dalam berbagai aspek seperti:

    • Pengumpulan Informasi: Jurnalis menggunakan berbagai teknik seperti wawancara, observasi, dan riset untuk mengumpulkan fakta dan data yang akurat. 
    • Penulisan Berita: Jurnalis dituntut untuk mampu menulis berita dengan gaya yang jelas, ringkas, dan informatif, serta memperhatikan unsur-unsur berita yang penting. 
    • Penyuntingan Berita: Jurnalis juga harus memiliki kemampuan untuk menyunting naskah berita agar sesuai dengan standar jurnalistik dan bebas dari kesalahan. 
    • Penyebaran Berita: Jurnalis bertanggung jawab untuk menyebarkan berita melalui berbagai media massa seperti surat kabar, televisi, radio, dan platform online. 
  • Dinamis dan Berkembang:

    Jurnalistik sebagai ilmu terapan terus berkembang seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Hal ini menuntut jurnalis untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan media dan teknologi. 

  • Keterampilan yang Dibutuhkan:

    Jurnalistik membutuhkan berbagai keterampilan seperti kemampuan analisis, berpikir kritis, komunikasi efektif, dan kemampuan bekerja dalam tim. 

  • Penerapan dalam Berbagai Media:

    Jurnalistik tidak hanya terbatas pada media cetak, tetapi juga mencakup media online, televisi, radio, dan platform digital lainnya. 

Dengan demikian, jurnalistik sebagai ilmu terapan tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga melibatkan praktik langsung dalam menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas dan informatif. 

Discover more from Komunikasi Praktis

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading