Cara Menulis Artikel Ilmiah Populer

Komunikasi Praktis
Cara Menulis Artikel Ilmiah Populer

Cara Menulis Artikel Ilmiah Populer. Artikel ilmiah populer merupakan salah satu jenis karya tulis ilmiah. Karya tulis ini dipublikasikan di media massa dengan menggunakan bahasa jurnalistik atau menggunakan pendekatan jurnalistik.
Dalam perspektif komunukasi jurnalistik, artikel ilmiah populer termasuk kategori tulisan opini, yaitu tulisan berisi pendapat subjektif penulis tentang suatu masalah atau peristiwa. 
Namun, untuk artikel ilmiah, opini penulis berdasarkan data atau fakta yang didapat dari hasil penelitian, survei, atau literatur. Secara teknis, cara menulis artikel ilmiah populer sama dengan menulis artikel opini biasa.
Penulisan ilmiah bukan sekedar tulisan tentang sains; itu adalah tulisan teknis yang dilakukan para ilmuwan untuk mengomunikasikan penelitian mereka kepada orang lain.Mengkomunikasikan fakta, angka, dan metode yang digunakan dalam penelitian––serta deskripsi hasil––harus tepat dan tepat.

Pengertian Artikel Ilmiah Populer

Artikel ilmiah populer adalah karya tulis berisi opini yang berpegang kepada standar ilmiah, tetapi ditampilkan dengan bahasa umum yang mudah dipahami oleh masyarakat awam.
Alhasil, tulisan tersebut tidak hanya dibaca oleh kalangan akademisi, tapi juga bisa dinikmati oleh masyarakat umum.
Artikel ilmiah populer juga diartikan sebagai artikel yang ditulis dengan gaya bahasa populer (bahasa media/bahasa jurnalistik) untuk dimuat di media massa, seperti surat kabar, majalah, tabloid, media online, dan sebagainya).
Dalam bahasa Inggris, artikel ilmiah populer disebut scientific writingpopular science, atau pop-science (popsci). Istilah ini merujuka pada karya ilmiah dengan menggunakan bahasa populer (bahasa media massa) dan mudah dipahami orang awam.
Artikel Ilmiah Populer berisi interpretasi sains yang ditujukan untuk khalayak umum. Sementara jurnalisme sains berfokus pada perkembangan ilmiah terkini, sains populer lebih luas cakupannya. 
Artikel Ilmiah Populer mungkin ditulis oleh jurnalis sains profesional atau oleh ilmuwan itu sendiri. Ini disajikan dalam berbagai bentuk, termasuk buku, film dokumenter, dan televisi, artikel majalah, dan halaman web.

Tujuan Artikel Ilmiah Populer

Artikel Ilmiah Populer hadir agar hasil penelitian dan/atau pemikiran ilmiah para ilmuwan tidak hanya dikonsumsi di kalangan akademisi atau dunia kampus/pendidikan, tapi juga dikonsumsi masyarakat secara luas.
Beberapa ilmuwan percaya, profesi mereka adalah tentang melakukan eksperimen di lingkungan yang terkendali. Mengomunikasikan pekerjaan mereka telah muncul sebagai tanggung jawab lain – terutama bagi mereka yang merasa mampu.
Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan menulis artikel ilmiah populer. Melalui artikel ilmiah populer ini, para ilmuwan belajar atau berusaha berkomunikasi dengan publik.
Hal pertama yang harus ditentukan adalah apa yang harus dikomunikasikan kepada publik?
Penting untuk memilih “pasak artikel” (article peg) atau topik tulisan dengan bijaksana, karena setiap eksperimen sains tidak memiliki implikasi langsung bagi masyarakat. 
Coba fokus pada sesuatu yang inovatif – studi atau penemuan yang temuannya terbukti layak diberitakan dan yang menyiratkan perubahan signifikan, setidaknya dalam cara kita memandang dunia. 
Anda juga dapat memilih sesuatu yang menawarkan sudut pandang baru atau bertentangan dengan beberapa informasi lama.
Topik apa pun yang Anda putuskan, ingatlah kepentingan publik. Dengan cara ini, Anda harus mengeluarkan lebih sedikit upaya dalam mengamankan minat pembaca pada artikel sains populer Anda.

Sistematika: Cara Penyajian 

Anda mungkin menyadari bahwa artikel ilmiah menyajikan informasi melalui pendahuluan, deskripsi metodologi, hasil dan diskusi. 
Namun, ketika Anda menulis artikel sains populer, Anda harus membalikkan pola tersebut. Ini karena pembaca lebih cenderung membaca artikel Anda jika relevan dengan minat mereka, dan implikasi serta aplikasi studi adalah apa yang harus Anda gunakan untuk menarik mereka. 
Detail lainnya, seperti temuan, hasil, dan metodologi, muncul kemudian. .
Akibatnya, banyak – jika bukan sebagian besar – artikel sains populer dapat dikatakan mengikuti struktur berikut ini: implikasi, temuan, hasil, dan metodologi.
Sekarang, saat menulis artikel ilmiah populer Anda, ingatlah pertanyaan-pertanyaan berikut dan dalam urutan berikut:
  • Apa yang tersirat dari temuan tersebut?
  • Bagaimana temuan tersebut berdampak pada masyarakat atau lingkungan?
  • Hasil apa yang membuat Anda sampai pada kesimpulan?
  • Mengapa menurut Anda hasilnya relevan dengan masyarakat?
  • Bagaimana Anda sampai pada hasil?
  • Seberapa mahal/ekonomis prosedur Anda? Berapa banyak uang yang dibutuhkan, dan siapa yang mendanainya?
  • Seberapa sulit/mudah prosedurnya?

Bahasa dan panjangnya

Artikel ilmiah populer harus ditulis dalam bahasa yang sederhana dan tanpa jargon teknis
Misalnya, alih-alih hanya menggunakan istilah “hewan semelpar”, pertimbangkan untuk mengkualifikasikannya dengan definisi – “hewan yang mati setelah berhubungan seks” – atau hanya menggunakan yang terakhir dan menghilangkan istilah teknis sama sekali.
Jika Anda terpaksa menggunakan ekspresi teknis, pastikan untuk menjelaskannya secara sederhana. 
Artikel penelitian biasanya penuh dengan nominalisasi – teknik yang digunakan peneliti untuk membuat nada mereka impersonal. Namun, penggunaan nominalisasi yang berlebihan dapat membuat teks tidak dapat diakses.
Kekhawatiran lain adalah panjang kalimat. 
Ahli menulis berpendapat bahwa kalimat yang lebih panjang lebih sulit untuk dipahami, dan kalimat pendek – terdiri dari 20 kata atau kurang – lebih mudah diakses. 
Namun, tidak ada aturan baku tentang ini, juga tidak disarankan untuk mengklaim bahwa mungkin ada satu. Aturan praktisnya adalah memvariasikan panjang kalimat sesuai konteks dan membuat kalimat sesederhana mungkin.
Terakhir, artikel sains populer biasanya tidak lebih dari dua halaman. Sebagian besar pembaca tidak punya banyak waktu luang untuk seluk-beluk studi penelitian. Mereka cenderung tertarik pada bagaimana penelitian akan mempengaruhi kehidupan mereka.

Cara Menulis Artikel Ilmiah Populer

Pada prinsipnya, cara menulis artikel ilmiah populer sama dengan menulis artikel biasa –proses kerja intelektual yang membutuhkan keahlian khusus (writing technique), latihan, kejelian, daya nalar, wawasan, referensi, etika, waktu, dan… kesabaran.
Sistematika penulisan artikel ilmiah di atas menjadi acuan utama. Secara detail, berikut ini teknik penulisan karya ilmiah populer untuk publikasi media massa.
1. Judul yang menarik
Judul artikel ilmu pengetahuan populer berhubungan erat dengan artikel yang ditemukan dan dibaca. 
Jadi, judul tulisan harus sederhana, deskriptif, dan ringkas. Hindari istilah teknis atau judul dapat membatasi artikel Anda agar hanya dapat diakses oleh orang-orang yang dapat memahami arti istilah tersebut. 
Berikut adalah tiga contoh:
  • Reptil kuno yang berenang ini mungkin adalah hewan terbesar sepanjang masa
  • Megapiksel: Dua bintang dalam pertarungan sampai mati
  • Sebuah studi baru tentang paus menunjukkan bahwa Darwin tidak melakukannya dengan benar
Tinjauan sepintas menunjukkan banyak judul dimulai dengan demonstratif. Demonstran bergantung pada konteksnya untuk menawarkan arti sebenarnyag, dan membangkitkan minat dan kegembiraan di kalangan pembaca. 
Berikut adalah beberapa contoh kecenderungan tulisan Popular Science:
  • Makhluk air ini makan dengan cara yang sangat aneh
  • Dinosaurus baru yang mirip bebek ini sangat aneh sehingga para ilmuwan mengira itu palsu
  • Hewan-hewan ini memiliki puting di pantat mereka dan itu bukan hal yang paling menarik tentang mereka
Pertanyaan adalah jenis judul lain yang umum digunakan:
  • Bagaimana cara tersenyum tanpa terlihat seperti bajingan, menurut para ilmuwan
  • Di mana sih musim gugur?
  • Apakah cuka sari apel benar-benar melakukan sesuatu?
2. Gaya Penulisan
Sementara sebagian besar artikel penelitian menggunakan nada impersonal, artikel ilmiah atau sains populer bisa lebih pribadi. 
Untuk mencapai hal ini, penulis dapat mempertimbangkan alat-alat berikut:
  • Kata ganti orang: Artikel sains populer menggunakan kata ganti orang seperti ‘aku’ dan ‘kamu’.
  • Suara: Artikel penelitian biasanya ditulis dengan kalimat pasif. Namun, artikel sains populer harus menggunakan suara aktif karena yang terakhir termasuk agen tindakan.
  • Kontraksi dan ekspresi run-on: Sementara artikel akademis cenderung tidak menggunakan singkatan (misalnya tidak bisa, tidak boleh, tidak) dan ekspresi run-on (misalnya dll., ‘dan seterusnya’ atau ‘dan seterusnya’ ), artikel sains populer tidak masalah dengan mereka, bahkan di berita utama mereka.
3. Jelaskan metode dan hasil
Tidak seperti pembaca spesialis, konsumen artikel populer jarang tertarik pada detail bagaimana peneliti melakukan penelitian. 
Jadi, metode dan prosedur harus dijelaskan dengan sangat singkat. Dan alih-alih berlama-lama dengan detail teknis, habiskan lebih banyak waktu dan kata-kata untuk menafsirkan hasil yang diperoleh dari penelitian.
Ide-ide yang disajikan dalam artikel ini tidak bersifat preskriptif, tetapi dapat menjadi referensi yang berguna bagi mereka yang baru memulai menulis sains.
Secara umum, karakter Artikel Ilmiah Populer sebagai berikut:
  • Lugas: tidak emosional, bermakna tunggal, tidak menimbulkan interprestasi lain.
  • Logis: disusun berdasarkan urutan yang konsisten
  • Efektif: ringkas dan padat.
  • Efisien: hanya mempergunakan kata atau kalimat yang penting dan mudah dipahami.
  • Objektif: berdasarkan fakta, setiap informasi dalam kerangka ilmiah selalu apa adanya, sebenarnya, dan konkret.

Kesimpulan dan Tips

Berikut ini Panduan umum dalam Menulis Artikel Ilmiah Populer dengan panjang artikel antara 600 – 750 kata.
Susunan penulisan Artikel Ilmiah Populer:
1 Judul 
Berisi bahasa yang unik dan bisa menarik pembaca.
2. Lead / PembukaTulisan
Berisi susunan ide utama atau pokok bahasan yang bisa disampaikan melalui kutipan, datadata, pernyataan, dan catatan penegas dengan panjang 2-3 kalimat dalam satu pargraf.
3. Penjelas / Isi Tulisan
Berisi tulisan ataupun gagasan penejelas dan pendukung dari tulisan pembuka.  Gagasan itu bisa disampaikan dalam narasi yang tetap mengacu pada sudut pandang penulis.
4. Penutupan/ Simpulan
Berisi pernyataan yang merangkum, mempertegas dan memberikan solusi atau menjadi tulisan
yang menyimpulkan semua isi tulisan dari awal hingga akhir.

Responses (5)

Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *